.quickedit{ display:none; }

Contact

Whats App : 085640127128
Blackberry : 74474E72
Email : vegaensiklopedia10@gmail.com
Blogger : vegaensiklopedia10.blogspot.co.id
Kompasiana : http://www.kompasiana.com/vegamaarijilula

Anda pengunjung ke

Sabtu, 11 April 2020

Lockdown, Duo Papua Stay di Mes

NGGAK BISA PULANG: Pemain Persijap Jepara Richard Gilbert (merah) berusaha melewati pemain PS Hizbul Wathan saat laga perdana Liga 2 2020 yang berlangsung pada Senin (15/3) di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Richard saat ini belum dapat mudik ke Jayapura lantaran ada lockdown.


Kompetisi Liga 2 saat ini terhenti. Penyebabnya korona. Alhasil beberapa klub memulangkan pemainnya. Tak terkecuali Persijap Jepara. Namun, saat ini di kubu laskar Kalinyamat itu masih ada dua pemain asal Papua yang tidak dapat pulang ke kampung halaman. Itu karena lockdown.

Sebelumnya ada pelatih kiper Persijap Iman Suherman dan pemain Persijap Pian Sopyan yang masih berada di mes. Tetapi keduanya sudah pulang ke kampung halaman pada Kamis (9/4) lalu. Saat ini hanya Daniel Asmuruf dan Richard Gilbert yang masih berada di mes. Kedua pemain asal Jayapura itu belum dapat mudik karena adanya lockdown terkait pandemi virus korona.

Selama di mes, kedua pemain tersebut mengisi kesibukan dengan menjaga kebugaran tubuh. Itu 
dilakukan dengan cara senam dan latihan fisik. Meski terdampak lockdown, Daniel Asmuruf mengaku hanya bisa mengikuti arahan pemerintah. ”Kami ikuti anjuran pemerintah agar di rumah dan selalu menjaga kebersihan diri kita dan lingkungan. Dan kami juga bersihkan hati minta ampun kepada Tuhan dan meminta petunjuk” jelasnya.

Daniel juga berharap semoga wabah ini segera berakhir dan sepak bola kembali normal. Selain Daniel, winger Persijap Richard Gilbert juga hanya dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak pulang ke kampung halaman.

Richard mendapat kabar pada Kamis (26/3) lalu Papua diberlakukan lockdown. Meski masih berada di mes, saat ini dia mengeluarkan biaya pribadi untuk kebutuhan makan sehari-hari. ”Beberapa hari lalu masih ada dikasih klub. Tapi sekarang sudah pakai uang pribadi untuk makan sehari-hari,” jelasnya.

Ditanya soal pengeluaran untuk makan, pemain bernomor punggung 94 itu tidak dapat menghitung secara rinci. ”Kadang saya beli kebutuhan langsung banyak untuk beberapa hari jadi tidak per hari,” sambungnya.

Richard sampai saat ini belum tahu kapan dia pulang ke kampung halamannya. ”Tunggu dulu sampai Papua buka lockdown,” jelas dia. Dia berharap pandemi korona cepat berlalu dan kompetisi dapat bergulir kembali.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini pihak PSSI Kudus tengah memberhentikan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan PSSI itu tertuang melalui surat nomor SKEP/48/III/2020.

Isi surat edaran itu menyampaikan kepada klub bahwa Maret sampai Juni sebagai keadaan kahar atau Force Majeure. Jika kondisi membaik, kompetisi akan dilaksanakan pada 1 Juli 2020. Namun, apabila pemerintah memperpanjang masa status darurat bencana setelah tanggal 29 Mei 2020, dan PSSI memandang situasi belum cukup ideal, maka kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 dihentikan.

Selasa, 24 Maret 2020

Seleksi Lokal 31 Maret, Diikuti 30 Tim


VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS

DUEL: Pemain Persiku Kudus Ahmad Farid (biru nomor punggung 10) berebut bola dengan penggawa Persekat Kabupaten Tegal (putih hijau) saat uji coba yang berlangsung di Stadion Wergu Wetan, Kudus musim lalu.


KUDUS, Radar Kudus - Seleksi pemain Persiku bakal digelar pada Selasa (31/3) sampai Jumat (3/4) mendatang di lapangan Porma, Mejobo, Kudus. Itu untuk pemain lokal. Sedangkan seleksi umum (pemain non Kudus) dilaksanakan usai seleksi pemain lokal.

Seleksi pemain lokal itu nantinya diikuti 30 tim dari klub sepak bola di Kudus. Sebanyak 30 tim itu berasal dari dua divisi. Divisi satu 18 tim. Divisi dua 12 tim. Manajer Persiku Sunarto mengaku untuk seleksi lokal akan diselesaikan terlebih dahulu. ”Kalau untuk seleksi pemain non lokal sifatnya undangan. Lebih mencari pemain yang sudah matang,” jelas Sunarto.

Sunarto menambahkan, musim ini dia menaikkan target. Awalnya, Sunarto menginginkan target Liga 3 Nasional. Namun, beberapa hari lalu dia merubah target ke Liga 2. ”Kalau pasang targetnya di Liga 3 Nasional, kalau gagal, kami kembali lagi ke Liga 3 regional Jawa Tengah. Jadi kami sekalian saja pasang target ke Liga 2,” sambungnya.

Dia menambahkan, butuh dukungan suporter untuk meraih target itu. ”Persiku bukan milik manajemen. Tapi milik masyarakat Kudus. Jadi kami ingin ada dukungan dari masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Hartono Ruslan mengaku belum tahu perihal seleksi. ”Masih menunggu instruksi dari manajer,” jelasnya.

Ditanya soal komposisi pemain, pelatih berlisensi A AFC itu belum dapat mengatakan. Menurutnya, dia baru dapat mengatakan saat sudah melihat pemain di lapangan. ”Kalau pemain Kudus bagus-bagus ya pakai Kudus semua. Tergantung nanti waktu seleksi seperti apa,” sambungnya.

Kepada Jawa Pos Radar Kudus Hartono menyampaikan beberapa kriteria pemain incarannya. Menurutnya seorang pesepakbola harus cerdas, memiliki kecepatan, power, dan skill. Dia juga mencari pemain yang  memiliki pengalaman bermain di Liga 3. Namun, tidak memungkiri pemain jebolan kompetisi Asosiasi Kabupaten (Askab) Kudus atau Piala Soeratin jika mampu menunjukkan permainan yang bagus bakal dipilih olehnya.

Ditanya soal target, Hartono Ruslan menunjuk Liga 2. ”Ikut kompetisi harus punya target. Berbicara soal target ke Liga 2 harus optimis,” ujar eks Persiku era 1979 itu.

Nantinya, skuad Persiku dihuni 25 pemain. Pelatih yang pernah menakhodai Sriwijaya FC itu berharap saat seleksi nanti mendapatkan pemain yang sesuai dengan kriterianya. (vga)

Bawa Timnas Raih Perak Sea Games 2019, Ditunjuk Jadi Asisten Pra Olimpiade Tokyo 2020


VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS

JADI ASISTEN: Mochamad Fauzi Setiawan mendapatkan SK menjadi asisten Timnas voli pantai Indonesia putri di Pra Olimpiade Tokyo Zona Continental beberapa waktu lalu.

LATIHAN: Mochamad Fauzi Setiawan bersiap melakukan servis saat tengah berlatih di lapangan voli pantai Ivojo Kudus beberapa waktu lalu.

Mochamad Fauzi Setiawan dilirik pelatih untuk menjadi asisten Timnas voli pantai Indonesia putri di Pra Olimpiade Tokyo.


Mochamad Fauzi Setiawan mengantar Timnas Indonesia voli pantai putri meraih perak Sea Games 2019. Berawal dari situ, pelatih Agus Salim tertarik menunjuk dia menjadi asistennya untuk Pra Olimpiade Tokyo 2020.

VEGA MA’ARIJIL ULA, Radar Kudus, Kudus

TINGGI badannya mencapai 184 sentimeter. Postur tubuhnya terbilang ideal. Itu karena Mochamad Fauzi Setiawan rajin mengasah badannya di salah satu pusat kebugaran. Pukulannya juga keras nan tajam. Itu terlihat setiap kali sesi latihan di lapangan voli pantai Ivojo, Ngembalrejo, Kudus.

Saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Kudus, Wawan-sapaan akrabnya itu tengah bekerja di salah satu kantor milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus yang lokasinya di dekat Kantor Kecamatan Mejobo, Kudus.

Pakaian yang dikenakannya juga tak jauh dari kata sporty. Jersey bewarna biru dengan celana pendek warna hitam dikenakannya. Pria kelahiran Kudus, 18 September 1994 itu menceritakan awal pertama dia dipilih menjadi asisten pelatih. Sambil ngobrol santai, Wawan menunjukkan SK yang berbentuk file PDF di gawainya. Tertulis SK dengan logo PBVSI perihal ”Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Voli Pantai Persiapan Babak Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020”.

”Awalnya itu saat saya menjadi asisten Timnas Voli pantai putri di Sea Games 2019. Terus coach Agus Salim minta saya untuk jadi asistennya di Pra Olimpiade Tokyo. Beliau ingin asisten yang bisa menjadi lawan tanding bagi pemainnya,” jelas Wawan.

Beberapa kali, wartawan koran ini menyaksikan Wawan yang memang lebih senior sering menemani atlet-atlet yang lebih junior saat berlatih di lapangan voli pantai Ivojo Kudus, Pemuda pemilik lisensi Nasional B FIVB itu saat ini tengah fokus pemusatan latihan Training Camp (TC) di Padepokan bola voli, Sentul, Bogor. TC itu dilakukan sebagai bentuk pemantapan tim.

Saat ini, Timnas voli pantai putri masih menunggu jadwal Pra Olimpiade Tokyo. Disitu, nantinya timnas akan bersaing terlebih dahulu dengan beberapa negara se-Kontinental (diikuti negara-negara Asia). Nantinya, untuk Asia diambil 16 dari total 32 negara. Setelah lolos, Timnas langsung masuk ke Olimpiade Tokyo yang rencananya digelar akhir Juni 2020 mendatang.

Sebagai seorang asisten, Wawan memiliki tugas menjadi sparing partner bagi pemain voli pantai putri selama TC berlangsung. Tiga program TC menjadi kewajibannya untuk disampaikan ke pemainnya. ”Kalau TC itu biasanya ada program persiapan umum, pra kompetisi, dan kompetisi,” ujar Wawan kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Persiapan umum itu ke arah pembenahan teknik dan daya tahan. Sementara persiapan Pra Kompetisi lebih ke kerja sama tim. Lalu, persiapan kompetisi merupakan tahapan melihat kelebihan dan kelemahan lawan. Latihan itu dilakukan Senin sampai Sabtu pagi. Sedangkan Sabtu sore sampai Minggu pemain di liburkan.

”Sebagai asisten, saya lebih melayani teman-teman pemain. Misal drill spike hingga melempar bola. Kalau yang mengarahkan saat latihan dan memberi program latihan itu coach Agus,” sambungnya.


Di Pra Olimpiade Tokyo 2020, pemuda yang doyan makan seafood itu menyebut negara Thailand, Jepang, dan Australia sebagai lawan yang berat. Thailand sebelumnya sudah mengalahkan Timnas Indonesia voli pantai putri yang di bawa olehnya saat Sea Games 2019 lalu. Wawam berharap Timnas voli pantai putri dapat menembus Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. (*)



Korona Merebak, Produksi Mandek


ALVIS REZANDO FOR RADAR KUDUS

TERBENTUR KORONA: Alvis Rezando, pembuat barongsai asal Kudus terkendala bahan baku untuk membuat Barongsai akibat virus Korona. Sebab, bahan baku pembuatan barongsai diimpor dari Wuhan, Tiongkok.


JATI, Radar Kudus – Virus Korona saat ini menjadi pandemi. Banyak yang sudah terkena dampak dari virus yang berawal dari kota Wuhan, Tiongkok itu. Salah seorang pembuat barongsai di Kudus tak luput dari dampak Korona. Sebab, dia tidak dapat lagi memproduksi barongsai.

Penyebab tersendatnya produksi barongsai dialami oleh Alvis Rezando. Sebab, aksesoris barongsai harus diimpor dari Wuhan, Tiongkok. Dia memilih impor dari Wuhan,Tiongkok karena memiliki kualitas super. Aksesoris barongsai yang dipesan dari negeri tirai bambu itu meliputi bulu domba, mata barongsai, dan bulu kelinci. ”Susah masuk. Kan barang-barang itu dari Tiongkok semua,” jelasnya.

Sebelum ada Korona, aksesoris barongsai yang dipesannya itu sampai di kediamannya dalam waktu satu bulan. Namun, semenjak ada virus Korona, impor tidak dapat dilakukan lagi karena akses sudah ditutup.

Kepada Jawa Pos Radar Kudus, saat ini Alvis hanya bisa menghabiskan stok yang masih ada di rumahnya. ”Saat ini sudah ndak isa masuk ke Indonesia. Dan saya pun cuma bisa menghabiskan stok yang ada. Misal yang tersedia stok bulu domba warna merah. Sedangkan bulu putihnya nggak ada ya nunggu yang putih dulu. Tapi nggak tahu pastinya kapan,” sambungnya.

Kepada wartawan koran ini, Pria yang berdomisili di Desa Loram Kulon RT I/RW II itu membeberkan rincian aksesoris yang diimpor dari Wuhan, Tiongkok. Untuk bulu domba satu ekor seharga Rp 1,5 juta. Satu pasang mata barongsai seharga Rp 50 ribu. Bulu kelinci seharga Rp 250 ribu, dan Bola hidung seharga Rp 250.

Menurutnya, di Indonesia juga belum ada yang memproduksi bulu domba. Dengan adanya Korona, mau tidak mau, dia harus berterus terang dengan ke customer yang sudah terlanjur order. Bahwa barang dari Tiongkok belum dapat masuk ke Indonesia sampai waktu yang belum ditentukan. ”Customer memahami hal tersebut,” kata dia.

Sebelum ada Korona, Alvis mampu memproduksi empat sampai lima barongsai dalam sebulan. Dia mampu mengantongi Rp 10 sampai Rp 15 juta dalam sebulan. Alvis berharap virus Korona dapat segera teratasi. ”Kasihan orang dagang yang ambil barang-barang impor. Dan semoga virus ini cepat hilang,” harapnya. (vga)

Senin, 23 Maret 2020

PSSI Hentikan Liga, Persijap Tetap Latihan


VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS

TETAP LATIHAN: Kapten Persijap Jepara Asri Akbar (rompi oranye) melakukan pemanasan sebelum melakoni laga uji coba melawan Martapura FC pada Minggu (1/3) di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

SENGIT: Pemain Persijap Jepara Rizki Hidayat (merah nomor punggung 10) berduel dengan penggawa PS Hizbul Wathan Afif Allaam Sena (abu-abu) saat laga perdana Liga 2 yang berlangsung pada Minggu (15/3) di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.


JEPARA, Radar KudusPersatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan Liga 1 dan Liga 2 sampai batas yang belum ditentukan. Hal itu mengubah keputusan PSSI sebelumnya yang awalnya berencananya menghentikan laga selama dua pekan kedepan. Jika Liga 2 dihentikan, Persijap justru tetap menggelar latihan.

Keputusan untuk tetap menggelar latihan itu dipilih untuk menjaga kebugaran pemain. Terkait imbauan untuk mengurangi kegiatan masal, Presiden Persijap M Iqbal Hidayat mengatakan latihan tetap aman dijalankan. ”Dokter tim selalu melakukan cek saat pemain datang ke mes sepulang dari libur. Juga ada pengecekan secara berkala selama di mes. Jadi InshaAllah aman,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, sampai saat ini belum ada larangan dari pihak PSSI untuk meniadakan latihan. ”Sampai sekarang belum ada larangan dari PSSI atau Bupati Jepara terkait larangan latihan. Sehingga untuk menjaga kebugaran dan persiapan tim, kami tetap menggelar latihan,” sambungnya.

Orang nomor satu di Persijap itu juga mengapresiasi keputusan PSSI dan Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi untuk menghentikan sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Dia berharap kedepannya virus Korona dapat segera diatasi. Sehingga liga dapat bergulir kembali.

Terpisah, fisioterapi Persijap Muhammad Ali Ramdhani mengaku pilar Persijap rutin di cek kesehatannya. Itu meliputi cek suhu tubuh dan tensi yang dilakukan setiap hari pukul 10.00. ”Pemain yang libur dan pulang ke rumah, saat kembali ke mes juga di cek suhu tubuh dan tensinya. Suhu tubuh pemain normal. Dibawah 38 derajat. Sejauh ini aman,” jelas dia.

Ditanya soal gejala Korona, Dhani menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebab, belum tentu pemain yang mengalami batuk atau flu bisa disebut mengalami Korona. ”Nah ini yang penting. Kadang ada yang langsung menyebut batuk dan flu itu identik dengan Korona. Belum tentu. Jadi harus di cek dulu suhu tubuhnya. Bisa saja ada pemain batuk, tapi suhu tubuhnya normal, itu berarti batuk biasa,” jelas dia.

Dhani-sapaan akrabnya menambahkan, pemberian vitamin berbentuk pil dan injeksi setiap pagi dan malam rutin diberikan ke skuad Laskar Kalinyamat. Asupan gizi bagi pemain juga diberikan. ”Asupan gizi yang cukup, hidup sehat, rajin cuci tangan, dan menjaga pola makan bisa menjadi cara untuk mencegah Korona,” imbuhnya.

Sementara itu, saat ini Pelatih Persijap Widyantoro masih fokus untuk melakukan evaluasi tim. ”Kami masih terus melakukan evalausi. Mulai dari lini depan, tengah, belakang, pokonya semua lini kami evaluasi,” ujar Wiwid.

Di pertandingan selanjutnya, jika berdasarkan jadwal, Persijap sejatinya bakal bertemu PSBS Biak pada Rabu (25/3). Namun, PSSI telah memberhentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Persijap saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara untuk wilayah timur dengan koleksi tiga poin. Sementara di peringkat pertama diisi oleh Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan dengan torehan poin yang sama dengan Persijap. (vga)


Jumat, 20 Maret 2020

Tampilkan Sisi Kerakusan Manusia


KOMUNITAS SENI SAMAR FOR RADAR KUDUS

APIK: Komunitas Seni Samar memerankan teater berjudul Rananggana di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Jumat (13/3). Teater Rananggana merupakan gambaran sisi kerakusan manusia.


BAE, Radar Kudus – Komunitas Seni Samar memerankan teater berjudul Rananggana di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Jumat (13/3) pukul 19.00. Rananggana dipilih sebagai simbol dari kerakusan manusia yang tidak peduli terhadap alam.

Ada beberapa interpretasi dari Rananggana itu. Yakni sisi kerakusan manusia yang tak peduli terhadap alam, sosok manusia penjaga Muria, dan sebuah wilayah di daerah Jungpara (Jepara) sampai Silangangga (Juwana) kala itu.

Desainer Produksi Komunitas Seni Samar Dian Puspitasari memiliki alasan memilih judul Ranaggana. Yakni berangkat dari kerusakan Muria yang diakibatkan oleh manusia. ”Kami lebih menyasar cerita tentang manusia yang merusak alam. Bukan hanya di Muria. Tapi secara global juga,” jelasnya.

Menurut dia, untuk daerah Muria, ada beberapa kerusakan yang diakibatkan oleh manusia. Mulai dari lereng Muria yang beralih menjadi lahan pertanian. Pepohonan yang ditebang sehingga mengakibatkan stok air menipis. Dan mengakibatkan longsor. ”Jadi Muria adalah pijakan kami untuk merepresentasikan kerakusan manusia secara universal,” ujar dia.

Pentas teater itu berlangsung unik. Sebab, wajah lakon ditutup. Itu sebagai bentuk tidak pentingnya wajah soal kerusakan alam. ”Tidak penting lagi siapa aku atau kamu, sebab wajah sering menipu. Yang terpenting adalah laku,” ujar dia.

Pentas teater itu sekaligus menyambut ulang tahun ke-22 Komunitas Seni Samar. Dian berharap setiap pertunjukan yang digelar oleh Komunitas Seni Samar dapat menjadi ruang renung bagi diri sendiri. (vga)

Museum Jenang Punya Dua Koleksi Baru


VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS

REPLIKA BARU: Pengunjung  melihat koleksi terbaru Museum Jenang dan Gusjigang kemarin.


KOTA, Radar Kudus - Museum Jenang Kudus meresmikan dua tempat baru. Yakni Replika Stasiun Kereta Api Kudus dan Ruang Perpustakaan Darussalam RMP. Sosrokartono. Replika tersebut dibangun dalam kurun waktu tiga bulan. Kedua ruangan tersebut terletak di area Omah Kapal.

Replika Stasiun Kereta Api Kudus itu berada di sebelah timur. Replika itu dibuat mirip aslinya seperti yang berada di Desa Wergu Wetan. Ada tiga kereta. Menariknya, Replika Kereta Api Kudus itu dibuat sendiri. Pembuatnya bernama Hadi Dahlan (Mbah Dahlan) asli Kudus. Sedangkan perpustakaan Sosrokartono dibuat oleh Saryono, seniman asal Jogjakarta yang sudah lama di Kudus.

Salah satu pengunjung yang melihat Replika Kereta Api Kudus itu bernama Aang Supriyadi. Dia berasal dari Demak. Dia kagum dengan Replika Kereta Api Kudus. ”Replikanya bagus. Baru lihat pertama kali ini. Terakhir tiga bulan lalu belum jadi, jelasnya. Dia juga mengagumi ruang perpustakaan Sosrokartono.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Aulia Nur Inayah. Perempuan asal Jepara itu baru pertama kali melihat Replika Kereta Api Kudus. ”Saya terkesima. Ini baru pertama kali kesini. Terkesima karena bagus dan unik,” jelasnya.

Aulia menambahkan, menurut dia Museum Jenang ini dapat menjadi tempat edukasi. Dia berharap semoga koleksi di Museum Jenang bisa ditambah lagi.

Manajer Marketing Museum Jenang dan Gusjigang Muhammad Kirom ingin mengenalkan spot-spot Kudus tahun lalu agar masyarakat bernostalgia. ”Kami ingin menunjukkan landmark Kudus zaman dahulu. Mulai dari Stasiun Kereta Api Kudus dan Perpustakaan Sosrokartono agar pengunjung tahu sejarah Kudus tempo dulu,” jelasnya.

Dia menambahkan, dua replikanya itu dikerjakan dalam waktu tiga bulan. Dia juga ingin membangkitkan semangat warga Kudus dengan tahun-tahun tersebut. ”Untuk generasi saat ini juga bisa muncul kebanggan bisa tahu bahwa Kudus punya Kereta Api. Apalagi katanya nanti Kudus akan dibangun Kereta Api,” sambungnya.

Menurut dia, Stasiun Kereta Api itu dibuat mirip aslinya. Pun dengan Perpustakaan Darussalam Sosrokartono. Lewat perpustakaan itu, pihaknya ingin mengenalkan soal sosok kakak kandung R.A.Kartini. Yang dijuluki si jenius dari Timur. Saat itu Sosrokartono menjadi juru bahasa Liga Bangsa-bangsa karena menguasai 35 bahasa. Serta menjadi wartawan perang asal Indonesia yang pertama.

Dia berharap kalangan wisatawan dapat menikmati dan menyukai dua koleksi baru. ”Harapannya bisa menambahkan pengetahuan soal kekayaan kota Kudus kepada masyarakat, serta bisa meneladani sosok Sosrokartono,” harapnya. (vga)

Sering Macet, Rute Bakal Dirubah


VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS

ANGKUT PENGUNJUNG: Wisatawan naik becak wisata di Terminal Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus kemarin.


KOTA, Radar Kudus – Rute kendaraan becak wisata dan ojek wisata dari Terminal Bakalan Krapyak , Kaliwungu, Kudus menuju ke Menara Kudus bakal diubah tahun ini. Itu sebagai bentuk antisipasi mengurangi kemacetan yang ada di jalur Terminal Bakalan Krapyak menuju ke Menara Kudus.

Becak wisata dari Terminal Bakalan Krapyak saat ini rutenya dimulai dari Terminal Bakalan Krapyak-Pertigaan Polytron-Jalan K.H Asnawi-Perempatan Jember-Jalan Sunan Kudus-Menara Kudus. Sedangkan rute baliknya saat ini dimulai dari Menara Kudus-Perempatan Sucen-Jalan Ahmad Dahlan-Pertigaan Polytron-Jalan K.H Asnawi-Terminal Bakalan Krapyak.

Sementara untuk ojek wisata saat ini rutenya dimulai dari Terminal Bakalan Krapyak-Pertigaan Polytron-Jalan K.H Asnawi-Perempatan Jember-Jalan Sunan Kudus-Taman Menara. Sedangkan rute baliknya saat ini dimulai dari Taman Menara-Jalan Sunan Kudus-Perempatan Jember-Jalan K.H Asnawi-Pertigaan Polytron-Terminal Bakalan Krapyak.

Nantinya, untuk rute becak wisata dan ojek wisata bakal dirubah. Yakni dimulai dari Terminal Bakalan Krapyak-Pertigaan Polytron-Jalan K.H Asnawi-Jalan Ahmad Dahlan-Pertigaan Sucen-Peziarah Jalan Kaki menuju Menara.

Untuk rute balik becak, dimulai dari Perempatan Sucen-Jalan K.H Arwani-Pertigaan Krandon-Pertigaan Gereja Kopen-Jalan K.H Asnawi-Pertigaan Polytron-Terminal Bakalan Krapyak.

Sementara itu, untuk angkutan ada dua opsi yang sudah disiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus. Opsi pertama, angkutan dari Terminal Bakalan Krapyak menuju Menara Kudus parkir di Kyai Telingsing (posisi kosong menunggu penumpang). Lalu, angkutan itu menuju ke Terminal Bakalan Krapyak dengan mengangkut penumpang.

Untuk opsi kedua, angkutan dari Terminal Bakalan Krapyak ke Menara Kudus membawa penumpang. Lalu kembali ke Terminal Bakalan Krapyak kosongan. Sembari ada angkutan lainnya yang sudah ngetem di Jalan Kyai Telingsing untuk mengangkut penumpang dari Menara Kudus menuju Terminal Bakalan Krapyak.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus Abdul Halil melalui  Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kudus, Putut Sri Kuncoro mengaku sudah mendapat instruksi dari Plt Bupati Kudus HM Hartopo terkait perubahan rute becak wisata dan ojek wisata dari Terminal Bakalan Krapyak menuju Menara Kudus.

”Kami sudah buat konsep penataan arus jalur. Tetapi hal ini belum final. Rencananya tahun ini, tetapi belum tahu bulan apa,” jelasnya. Nantinya pihak Dishub akan menyampaikan terlebih dahulu terkait pengajuan rute ke Plt Bupati Kudus HM Hartopo.

Menurut Putut, perubahan jalur tersebut sudah saatnya. Sebab, rute di jalur tersebut sudah terlalu padat. ”Yang penting kami tidak mematikan usaha mereka. Tapi kami inginnya ada Perbup sehingga benar-benar bisa ditaati. Nanti kalau sudah disetujui Plt Bupati, ada Perbup dan SK nya, kami tinggal beri plat dan kami apsang,” tandasnya.

Namun, sekali lagi, menurut Putut hal itu masih sebatas wacana. Tetapi penerapannya memang tahun ini. Sementara itu, saat pantauan Jawa Pos Radar Kudus di Terminal Bakalan Krapyak, beberapa pengendara becak belum mengetahui perubahan rute tersebut.

Salah satunya Sulikan. Seorang tukang becak wisata asal Pasuruhan Lor. ”Belum tahu. Untuk saat ini rutenya masih sama,” jelasnya. Dia menambahkan, saat ini penumpang yang naik becak masih menggunakan karcis yang biayanya Rp 15 ribu per orang. (vga)

Tentang perubahan rute becak wisata dan ojek wisata di Kudus:

Permasalahan yang ada di jalur Terminal Bakalan Krapyak menuju Menara Kudus:
1.      Terjadi kemacetan di Jalan Kyai Telingsing akibat parkir angkutan dua sisi
2.      Terjadi kemacetan di Jalan Sunan Kudus akibat naik turunnya peziarah yang menggunakan becak dan ojek di depan Taman Menara
3.      Banyak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh becak dan ojek di perempatan Jember
4.      Banyaknya ojek liar yang menagkal di Perempatan Menara Kudus
5.      Banyaknya parkir kendaraan pribadi di Perempatan Menara Kudus sampai Kelenteng
Ojek wisata (saat ini)
Rute berangkat: Terminal Bakalan Krapyak-Pertigaan Polytron-Jalan K.H Asnawi-Perempatan Jember-Jalan Sunan Kudus-Taman Menara.
Rute kembali: Taman Menara-Jalan Sunan Kudus-Perempatan Jember-Jalan K.H Asnawi-Pertigaan Polytron-Terminal Bakalan Krapyak.

Ojek wisata dan becak wisata (kedepannya)
Rute berangkat: Terminal Bakalan Krapyak-Pertigaan Polytron-Jalan K.H Asnawi-Jalan Ahmad Dahlan-Pertigaan Sucen-Peziarah Jalan Kaki menuju Menara.
Rute balik: Perempatan Sucen-Jalan K.H Arwani-Pertigaan Krandon-Pertigaan Gereja Kopen-Jalan K.H Asnawi-Pertigaan Polytron-Terminal Bakalan Krapyak.

Rute angkutan (kedepannya)
Opsi pertama:
Angkutan dari Terminal Bakalan Krapyak menuju Menara Kudus parkir di Kyai Telingsing (posisi kosong menunggu penumpang). Lalu, angkutan itu menuju ke Terminal Bakalan Krapyak dengan mengangkut penumpang.
Opsi kedua:
Angkutan dari Terminal Bakalan Krapyak ke Menara Kudus membawa penumpang. Lalu kembali ke Terminal Bakalan Krapyak kosongan. Sembari ada angkutan lainnya yang sudah ngetem di Jalan Kyai Telingsing untuk mengangkut penumpang dari Menara Kudus menuju Terminal Bakalan Krapyak.

Pelaksanaan:
Tahun ini (bulannya belum diketahui)


Maksimalkan Anggaran, Pasang Target Liga 2


VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS

SENGIT: Pemain Persiku Kudus (biru) ditempel ketat oleh penggawa Persebi Boyolali (putih) saat berlaga di Liga 3 Jawa Tengah 2019 di Stadion Wergu Wetan Kudus.


KOTA, Radar Kudus - Manajer Persiku Kudus Sunarto berencana memaksimalkan anggaran daerah yang akan diberikan untuk Persiku tahun ini. Itu sebagai suplai dukungan dana untuk memasang target ke Liga 2. Sebelumnya, Sunarto hanya menargetkan Persiku masuk ke Liga 3 Nasional.

Anggaran itu rencananya juga bakal diperuntukkan sebagai dukungan bagi pemain-pemain lokal asal Kudus. hal itu diungkapkan oleh Sunarto. “Kami akan maksimalkan anggaran untuk Persiku tahun ini. Tetapi kami belum tahu besaran anggarannya,” Jelas Sunarto.

Menurut Sunarto, target Persiku di tahun ini kembali dinaikkan menjadi lolos Liga 2 Nasional. Selain itu, Persiku harus mampu mempertahankan gelar Liga 3 Jawa Tengah. Sebelumnya, Sunarto memang menyebut hanya menargetkan ke Liga 3 Nasional saja. Hal itu bahkan diungkapkannya seusai Uji Kompetensi yang berlangsung di Pusat Belajar Guru (PBG) pada Selasa (11/2) lalu. ”Kami naikkan target tahun ini menjadi lolos Liga 2,” sambungnya.

Disinggung soal pemain luar Kudus, Sunarto tak memungkiri tahun ini skuad Macan Muria juga bakal diisi pemain non Kudus. Tetapi soal slot pemain non Kudus bakal diserahkan kepada pihak pelatih Persiku. Yakni Hartono Ruslan.

”Kami akan proporsionalkan. Juga tidak menutup kemungkinan menggunakan pemain luar Kudus. Tetapi kami tetap utamakan pemain lokal Kudus dulu,” ujar Sunarto.

Terpisah, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan pihaknya  akan menganggarkan dana sebesar Rp 2 miliar untuk tim Persiku secara keseluruhan. Soal pembagiannya, Hartopo meneyrahkan kepada Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus  “Nominal tersebut belum termasuk anggaran untuk Askab PSSI Kudus,” ucap Hartopo.

Sementara itu, Ketua KONI Kudus Antoni Alfin mengharapkan jajaran manajemen Persiku tahun ini dikelola secara profesional. Itu meliputi sinergi antara pemain, tim pelatih, dan manajemen. ”Saya inginnya jajaran manajemen Persiku bisa bekerja secara profesional dan semaksimal mungkin,” imbuhnya. (vga)

Cegah Korona, Lima Lift Dipasang Stiker


VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS

JAGA JARAK: Pengunjung dan petugas RS Mardirahayu, Kudus berdiri di atas stiker social distancing yang ditempel di salah satu lift di Gedung OPD (Out Patient Departement)  Anugerah RS Mardirahayu kemarin.

DITEMPEL STIKER: Pengunjung RS Mardirahayu, Kudus duduk di atas kursi yang diberi label stiker social distancing di salah satu sudut ruangan kemarin.


JATI, Radar Kudus - RS Mardirahayu Kudus berupaya mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19). Hal itu dilakukan dengan cara memasang stiker jaga jarak di lima lift. Tak hanya itu, stiker juga di tempel di beberapa kursi.

Lima lift yang dipasang stiker jaga jarak itu berada di tiga gedung. Yakni di ruang rawat jalan (dua lift), ruang Maranata (dua lift)  dan ruang Radiologi (satu lift). Sedangkan untuk kursi yang diberi stiker ada di ruang klinik jalan. Tujuan dari kebijakan itu untuk mencegah penyebaran virus Korona.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama RS Mardirahayu dr. Pujianto. ”Kebijakan pemberian stiker untuk mencegah supaya tidak ada yang terpapar korona. Jaraknya kan minimal harus 1-2 meter,” jelasnya.

Ditanya oleh Jawa Pos Radar Kudus perihal keefektifannya, Pujianto tidak dapat memastikan. ”Kalau seberapa efektifnya kami tidak tahu. Tapi ini kan upaya menekan penyebaran virus Korona,” sambungnya.

Selain pemberian stiker social distance, Pujianto juga sudah memberikan antisipasi lainnya. Itu meliputi penyediaan tempat cuci tangan, pemberian masker untuk pasien, penunggu pasien dibatasi satu orang, dan meniadakan jam besuk.

Menurut pengamatan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan, di salah satu lift yang terdapat di Gedung OPD (Out Patient Departement)  Anugerah RS Mardirahayu sudah dipasang stiker. Jumlahnya ada sembilan stiker. Bentuknya seperti logo alas sepatu bewarna hitam. Lalu diberi kotak-kotak warna kuning.

Disamping lift tersebut juga terdapat kursi yang ditempel stiker. Stiker itu bewarna merah. Kursi yang diberi stiker itu tidak boleh diduduki. Kepada masyarakat, Pujianto memberikan himbauan agar tetap menjaga kesehatan. Yakni dengan cara membatasi aktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan, makan bergizi dan rajin berolahraga. (vga)

My life motto

I've tried to make some poems and short stories, but I don't have any visitor on that. However if you ask me "will you give up?" I will answer "No, totally won't." Because through this blog I will make a history. I'II be a good writer since I'm a literature student.